Cari Artikel

Google
Google Page googlemelulu

Saturday, December 26, 2009

Touring Motor 3 : Depok - Ciwidey (19 Desember - 20 Desember 2009)

Akhirnya tanggal 19 Desember kemarin kesampaian juga rencana touring motor ke Ciwidey, dengan menggunakan 4 motor (Yamaha Jupiter MX, Honda Supra Fit, Honda Vario Techno & Honda Karisma 125) & beranggotakan 5 orang (Bulux, Qrun, Ozie, Aris & Saya sendiri). Perjalanan Depok-Ciwidey-Depok menempuh ± 400km dan melewati banyak trek turun naik yang berliku-liku dengan kondisi jalan sebagian besar bisa di bilang baik, Supra Fit yang saya kendarai menghabiskan bensin premium sekitar Rp.32.000,- atau ± 7 liter dengan kecepatan rata-rata motor 60 km/jam.

Berangkat

Kami berangkat dari Depok sekitar jam 1.30 melewati rute Depok-Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Pasirkalong-Ciranjang-Padalarang-Cimahi-Soreang-Ciwidey, sampai di Ciwidey ± jam 21.30, jadi perjalanan + istirahat memakan waktu sekitar 8 jam. Sesampainya di Ciwidey malem-malem kita langsung cari penginapan dan akhirnya kita sewa 1 rumah penduduk setempat (3 kamar, garasi & ada tv-nya juga) dengan harga Rp.350.000,-/malam, kita sewa rumah ini karena keluarganya Bulux (4 orang) dari Purwakarta mau nyusul ke Ciwidey dengan mobil, jadi 1 rumah itu diisi dengan 9 orang.

Pagi harinya setelah sarapan (sekitar jam 8 pagi) kami langsung meluncur ke tempat-tempat wisata di daerah Ciwidey.

Tuesday, December 15, 2009

Tips Touring Motor yang (Mudah-mudahan) Aman

Touring motor adalah kegiatan mengendarai kendaraan sepeda motor secara bersama-sama atau berkelompok untuk mencapai tujuan tempat tertentu.

Dalam touring biasanya ada road captain (pemimpin), yang bertanggung jawab terhadap anggota touring secara keseluruhan. Road captain harus bisa mengendalikan anggota touring lain, mempunyai kapabilitas mengenal jalan / rute yang terbaik, menentukan kapan harus berhenti untuk mengisi bensin dan kapan harus melanjutkan perjalanan. Road captain berada paling depan, tidak ada satu anggota pun yang boleh mendahului road captain. Dalam menjalankan tugasnya road captain dibantu oleh satu atau beberapa sweeper yang tugasnya memastikan tidak ada anggota touring yang tertinggal.

Tips Ber-wisata ala Backpackers

Pengin liburan atau berwisata ketempat-tempat yang diinginkan tapi budget cekak bukan berarti mengubur niat Anda untuk bisa membuka wawasan melalui traveling. Ada cara hemat agar Anda bisa menambah pengalaman tanpa terlalu (tapi masih tetep) menguras isi kantong Anda. Ya benar! Salah satunya bakcpacking saja.

Namun begitu, tidak lantas seorang backpacker (sebutan untuk seorang wisatawan yang senang melakukan perjalanan ke berbagai tempat dengan tas ransel dipunggungnya) di awal-awal petualangannya mengunjungi beberapa tempat di negaranya atau di luar negeri, sukses dalam perjalanannya jika sebelum keberangkatannya tidak dilengkapi dengan berbagai persiapan yang dibutuhkan selama melakukan perjalanannya.

Rencana Touring / Backpacking ke Kawah Putih Ciwidey dan sekitarnya


Minggu depan berencana pergi ke Bandung Selatan, tepatnya ke Ciwidey mau lihat Kawah Putih yang katanya seperti surga yang tercecer. Rencananya sih mau touring aja pake motor sama temen-temen dari Depok, kalo lagi males naik motor alternatif lainnya ya naik kendaraan umum ^.^! Udah browsing di Google buat nyari Rute & hasilnya adalah... Voila...!!!

Sunday, October 4, 2009

Touring Motor 2 : Depok - Bromo (22 September - 28 September 2009)

Belum puas dengan perjalanan Touring Motor sebelumnya, saya bersama 2 orang teman merencanakan untuk Touring Motor lagi setelah Lebaran, tepatnya hari ke-3 lebaran (22 September 2009), tujuannya adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan lama perjalanan sekitar seminggu.

Mungkin tidak terlalu spesial apabila kami berkunjung kesana dengan cara yang biasa karena sudah banyak orang yang pergi kesana dan menikmati indahnya panorama alam disana, tapi lain lagi ceritanya kalau kami menempuh perjalanan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan menggunakan sepeda motor dari Depok - Jabodetabek.

Saturday, September 19, 2009

Kawasan Kota Tua Jakarta Sampai Sunda Kelapa


Yang jauh di kejar-kejar, yang deket malah di cuekin. Hehehe... suka travelling jauh-jauh sampai ke Jogja, Bali, Aceh bahkan Papua, yang di Jakarta malah dicuekin, padahal view & suasananya lumayan bagus juga. Kali ini saya menyempatkan diri untuk berwisata ke Kawasan kota tua Jakarta sampai Pelabuhan Sunda Kelapa.

Lokasinya gak terlalu jauh, dari Depok (kebetulan aye tinggal di Depok) cukup naik kereta saja sampai mentok di Stasiun Kota (Beos), kurang lebih makan waktu sekitar 1 jam. Kalau mau naik bus kota atau Busway juga bisa sih, cuman males macetnya. Lokasi kawasan Kota Tua dekat dari Stasiun Kota (Beos) & Halte Busway Kota, jalan kaki kira-kira 200 meter lah. Kalau pelabuhan Sunda Kelapa sih agak jauh, kalau gak kuat jalan kaki atau gak tau arah mending naik ojek atau taksi, tapi kalau saya lebih milih jalan kaki aja biar sekalian capeknya tapi puas bisa transit di mana aja yang ada spot bagusnya.

Backpacking ke Bali, Bali, dan Bali...


Setelah bertahun-tahun akhirnya bisa juga backpacking-an ke Bali, buat menghilangkan suntuk sejenak setelah setengah tahunan kerja di LNG Tangguh (Papua). Seperti halnya Jogja, Bali bisa dibilang tujuan wisata wajib para travellers atau backpackers Indonesia, ibarat kata kalau suka travelling tapi belum pernah ke Bali kayaknya masih ada yang kurang gitu hehehe...

Dengan berbekal satu gembol tas (sama duit juga tentunya) dan selembar tiket Adam Air (tahun 2007 masih ada, sekarang udah bangkrut) yang paling murah seharga 300-ribu rupiahan, saya bersama dua teman saya berangkat menuju Pulau Bali dengan pede-nya, walaupun dengan modal yang pas-pasan ala bacpackers.

Merasakan Kerja di Tanah Papua (Tangguh LNG)


Setelah Aceh, saya punya keinginan untuk nyicipin kerja di daerah ujung Indonesia satu lagi, yaitu bagian timur Indonesia. Tapi ya walau bukan yang paling ujung akhirnya kira-kira awal tahun 2007 dapat kesempatan juga buat kerja di daerah Papua, tepatnya di pembangunan LNG Tangguh di daerah Teluk Bintuni. Kabupaten Teluk Bintuni adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Bintuni. Kabupaten Teluk Bintuni terletak di bagian leher "kepala burung". Ia menghadap ke Laut Seram di lepas pantai barat Provinsi Papua Barat. Sebelum April 2003, wilayah ini merupakan bagian Kabupaten Manokwari.

Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian. Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG). Cadangan yang dimiliki diperkirakan 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan minyak bumi di kabupaten ini diperkirakan 45 juta ton. Sentra pemanfaatan LNG di Kampung Tanah Merah, Distrik Babo, sedangkan konsentrasi pengambilan minyak bumi di Distrik Muskona Selatan.

Friday, September 18, 2009

Bekerja Sekaligus Liburan di Banda Aceh (NAD)


Pada awal tahun 2006 atau sekitar setahun setelah peristiwa Tsunami Aceh 26 Desember 2004 saya bersama 2 teman saya mendapat kesempatan untuk bekerja di kota Banda Aceh (NAD) selama setahun. Saya besar & tinggal di Depok, Jawa Barat dan ini adalah pertama kalinya saya pergi keluar pulau Jawa (pertama kalinya juga naik pesawat hehehe...). Untuk mencari sesuap nasi, sedikit rupiah, sebongkah berlian & beberapa lembar pengalaman ^-^!. Kalau kata orang "Sambil menyelam masak air" jadi sambil kerja ya sekalian travelling & wisata kuliner juga.

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota sekaligus ibukota Aceh, Indonesia. Dahulu kota ini bernama Kutaraja, kemudian sejak 28 Desember 1962 namanya diganti menjadi Banda Aceh. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini.

Menjelajah Sabang


Pada tahun 2006 saya bersama teman-teman senasib dari Banda Aceh & Jakarta berkesempatan untuk menjelajahi Kepulauan Sabang, karena keindahan alamnya sampai 3 kali saya berkunjung ke pulau paling barat di Indonesia ini. Sabang sangat cantik & umumnya bergelombang, berbukit-bukit sedang sampai curam. Sedangkan sepanjang pantainya penuh dengan batuan. Kepulauan Sabang terdiri atas 5 (lima) buah pulau yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2).

Menurut sejarah, P. Weh ditemukan sekitar tahun 301 Sebelum Masehi oleh seorang Ahli Bumi asal Yunani, Ptolomacus, yang tengah berlayar ke arah timur. Di tengah jalan, ia berlabuh di sebuah pulau tak dikenal di mulut selat Malaka. Pulau inilah yang kemudian dikenal sebagai Pulau Weh (Weh dalam bahasa Aceh berarti terpisah). Banyak mitos yang menceritakan bagaimana P.Weh berpisah dengan P. Sumatra.

Sunday, September 13, 2009

Trans Studio World Makassar


Trans Studio World Makassar adalah theme park indoor terbesar di dunia saat ini mengalahkan Lotte World Korea yang memiliki luas 1,7 hektar. Memiliki lebih dari 20 wahana permainan (akan bertambah) dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti mal, restoran, hotel, dan marina. Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Perpadu Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya sekitar lima kilometer dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

Luasnya sekitar 2,7 hektar dan terletak di Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Total investasi yang dibutuhkan lebih dari Rp. 3 triliun. Di megaproyek ini, Chairul Tanjung dan Jusuf Kalla mendirikan perusahaan patungan, PT. Trans Kalla Makassar (TKM). Chairul Tanjung melalui Para Group menanggung biaya proyek, sedangkan Kalla Group menyediakan lahan. Sumber pendanaan berasal dari pinjaman BRI (50%) dan sisanya dari utang bank lain serta kas internal perusahaan.

Saturday, September 12, 2009

Pembangunan Menara Jakarta (Jakarta Tower)


Menara Jakarta (Menara Trilogi) adalah sebuah menara baru yang akan dibangun di ibu kota Jakarta (Indonesia). Semula, Menara Jakarta akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit. Ide pembangunan menara ini digagas sejak tahun 1995 yang akan memiliki tinggi 558 meter dan direncanakan akan selesai pada tahun 2012. Pada saat selesainya pembangunan, gedung ini akan masuk kedalam jajaran bangunan tertinggi di dunia. Menara tertinggi di dunia pada saat ini masih atas nama Canadian National Tower di Toronto (Kanada) yang memiliki tinggi sekitar 553 meter (Tugu Monas Jakarta hanya 137 meter).

Pembangunan menara itu pada awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar, yakni Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi, melalui PT Indocitra Graha Bawana. Biayanya diperkirakan sekitar 400 juta dollar AS (waktu itu masih sekitar Rp 900 miliar). Pada tahun 1996, sayembara desain arsitektur untuk gedung tersebut dimenangkan oleh Murphi/Iohn dari Amerika Serikat. Hanya saja, karena desain ini terlalu mahal untuk dikembangkan, maka pemerintah memilih desain dari pemenang kedua yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga membangun Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Desain ECADI ini dipilih karena para juri menganggap desainnya sederhana dan masih bernuansa Asia.

UI Bakal Permak Stasiun KA-nya Menjadi Megah


Satu lagi Mega Proyek dari Universitas Indonesia (UI) selain perpustakaan baru yang megah, yaitu renovasi stasiun kereta termegah yang tergabung ke dalam rangkaian UI Mega Proyek. Ada 2 stasiun yang akan dipermak yaitu Stasiun Pondok Cina & Stasiun UI yang selanjutnya kita sebut Stasiun UI 1 & Stasiun UI 2.

Luas kedua stasiun ini (Stasiun UI & Pondok Cina) mencapai 70,400 meter persegi (luas bangunan dan tanah) dengan masing-masing luas bangunan sebesar 3,250 meter persegi. Rencananya akan dibuat 2 lantai dengan tinggi bangunan mencapai 14 meter. Konsep Stasiun UI 1 & Stasiun UI 2 adalah external & internal yang berarti transportasi ke dalam & keluar kampus. Bahan bangunan yang digunakan adalah bahan-bahan alam yang ramah lingkungan. Hal ini terkait dengan konsep Green Campus-nya UI.

Salah Satu Perpustakaan Terbesar di Dunia Akan Hadir di Universitas Indonesia (UI)


Perpustakaan terbesar di dunia akan segera berdiri di Depok, Jawa Barat. Universitas Indonesia (UI) tengah membangun perpustakaan tersebut di lahan seluas 2,5 hektar dengan luas bangunan mencapai 30 ribu meter persegi. Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat. Pemancangan tiang pertama pembangunan gedung utama perpustakaan sudah dilakukan di Kampus UI - Depok, Jawa Barat, Senin (1/6/2009) dan rencananya akan selesai dibangun pada akhir Desember 2009.

Perpustakaan ini akan dibangun di area seluas 3,5 hektar serta akan memiliki 8 lantai dengan konsep sustainable building yang ramah lingkungan. Gedung akan menggunakan Solar cell sebagai sumber energinya selain itu didalam gedung penggunaan material plastik akan ditekan serta harus hemat listrik, hemat kertas dan juga harus hemat air, bisa dipastikan akan bebas asap rokok karena UI juga akan mencanangkan bebas rokok pada tahun 2012. Kendaraan bermotor dilarang masuk, maka untuk sarana transportasi dalam kompleks perpustakaan bisa jalan kaki atau menggunakan sepeda.

Friday, September 11, 2009

Jembatan Selat Malaka (Malacca Strait Bridge)

Mega proyek Jembatan RI-Malaysia jika jadi terealisasi akan menjadi jembatan terpanjang buatan manusia yang menghubungkan dua negara. Proyek itu akan membangun jembatan sepanjang 38 - 52 kilometer dari Dumai (Indonesia) ke (Malaka) Malaysia. Tidak hanya itu, proyek jembatan ini juga diyakini akan menguntungkan perekonomian & pariwisata kedua belah pihak.

Pembangunan jembatan RI-Malaysia yang direncanakan memiliki panjang 38 km ini membutuhkan dana sekitar US$ 12.5 miliar atau Rp 125,5 triliun dan rencananya akan diselesaikan dalam kurun waktu 9 tahun. 15 Persen pendanaan proyek berasal dari internal sementara sisanya berasal dari pinjaman bank. Bank Exim China telah menyatakan akan membantu pembangunan jembatan tersebut.

Daerah Istimewa Yogyakarta


Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah provinsi yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara bisa dibilang secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Dahulu Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Selain warisan budaya, Jogja memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Atmosfir seni juga begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan dengan berbagai aksi kreativitasnya pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Thursday, September 10, 2009

Jembatan Selat Sunda (Sunda Strait Bridge)


Jalur Selat Sunda (Merak-Bakaheuni) bisa dibilang adalah jalur pelayaran tersibuk nasional yang menjadi nadi perekonomian antara Pulau Jawa & Pulau Sumatra, kondisi lalulintas yang dilayani Pelabuhan Bakauheni dan Merak sudah terlalu padat sehingga kehadiran jembatan yang bisa menghubungkan kedua pulau sangat dibutuhkan.

Untuk saat ini saja dalam sehari sekitar ± 3500 kendaraan, 35.000 orang, serta 20 juta ton batu bara yang melewati kedua pelabuhan, bahkan apabila terjadi gangguan di laut maka antriannya dapat mencapai 10 kilometer. Tidak dapat dibayangkan kondisi 10 tahun ke depan seandainya jembatan belum juga direalisasikan sehingga 10 Gubernur se Sumatra memasukannya ke dalam empat rekomendasi yang harus dilaksanakan pemerintah, sekitar 60 persen ekspor nasional berasal dari Sumatra, 40 persen gula berasal dari Lampung, kalau ditambah dengan Jambi dan Palembang sudah mencapai 50 persen lebih.

Jembatan Suramadu (Suramadu Bridge)


Jembatan antar pulau sepanjang 5.438 meter yang Pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri dan diresmikan oleh Presiden periode berikutnya yaitu Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 itu adalah jembatan yang terpanjang di Indonesia.

Latar Belakang


Sebelum Jembatan Suramadu berdiri satu-satunya akses dari Surabaya ke Pulau Madura dan sebaliknya adalah menggunakan penyeberangan kapal feri Perak-Kamal. Kondisinya saat itu sudah sangat padat. Jumlah armada kapal feri yang digunakan sebanyak 18 buah, yang rata-rata usianya juga sudah uzur. Dari survei yang dilakukan didapat volume lalu lintas feri per arah per hari di tahun 2002 adalah 315 buah kendaraan ringan, 1036 buah truk Kecil, 324 buah truk besar, 260 buah Bus dan 8128 buah sepeda motor. Kapasitas feri yang tersedia tersebut sudah jenuh yang diindikasikan dengan waktu tunggu rata-rata kendaraan yang terjadi di pelabuhan Ujung maupun Kamal adalah 30 menit. Kecuali untuk jenis sepeda motor yang lebih leluasa menembus antrean. Sedangkan waktu yang digunakan untuk menaikkan penumpang dari pelabuhan ke atas feri selama 15 menit. Waktu tempuh yang diperlukan untuk penyeberangan 30 menit, dan waktu untuk menurunkan.penumpang 15 menit. Total waktu dibutuhkan sekitar 60 menit atau satu jam. Waktu ini akan semakin panjang ketika akhir pekan atau musim liburan. Menjelang Lebaran dan Hari Besar Islam malah sering tak terkendali. Budaya "toron" (pulang kampung) bagi masyarakat Madura seakan menu wajib bagi mereka. Akibatnya, peningkatan mobilitas manusia dan barang tak dapat terhindarkan. Di lain segi kapasitas feri tidak bisa ditambah karena dapat mengganggu alur pelayaran yang ada. Keberadaan Jembatan Madura diperkirakan dapat mengurangi waktu tempuh sebesar 60 menit untuk kendaraan yang berasal dan menuju Kec. Kamal, Socah, dan Bangkalan, 110 menit untuk kendaraan yang tidak berasal dan menuju Kec. Kamal, Socah, dan Bangkalan.

Wednesday, August 26, 2009

Touring Motor 1 : Jakarta - Madura (08 Agustus - 13 Agustus 2009)

Tour de Java ini adalah salah satu perjalanan tergila yang gak akan bisa gua lupain seumur hidup, cuma berawal dari obrolan ringan 5 hari sebelum berangkat dan dengan persiapan yang seadanya berhubung emang spontan aja hahaha... Awal mau berangkat emang banyak pertanyaan "kenapa harus naik motor sih? kenapa gak naik mobil, Bus, Kereta Api atau Pesawat aja?" dan jawaban gua simpel "udah pernah", berhubung gua emang suka travelling & nyoba hal-hal baru maka terjadilah perjalanan ini.

Perjalanan start dari Bekasi dengan berbekal gembolan 2 tas (isi cuma pakaian, perabotan & duit secukupnya), karena memang cuma 2 orang (Double H alias Hari & Harun ^.^...) mengendarai 1 motor aja (Supra X 125) dengan jarak tempuh ± 2.000 km, kita berangkat dari Bekasi sekitar jam 6 pagi dengan kondisi mata kriep-kriep belum tidur hasil dari begadang main PS semaleman, pokoke maknyuss banget dah, yuk lanjuuut...

Karena rencananya memang mau keliling Jawa (yah masih banyak sih kota yang belum di singgahi tapi lumayanlah...), rute yang kita lewatin juga gak biasa kayak orang mau mudik dari jalur utara (Pantura) ke selatan trus ke utara lagi & selatan lagi hahaha... gak jelas dah. Rute yang kita lewati yaitu:
  • Day 1, Bekasi (berangkat jam 7 pagi) - Kerawang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Bumiayu - Purwokerto - Banyumas - Kebumen - Purworejo - Wates - YOGYAKARTA (tiba jam 9 malam),
  • Day 2, Keliling kota YOGYAKARTA (berangkat jam 8 pagi) - Prambanan - Borobudur - Magelang (tiba jam 9 malam),
  • Day 3, Magelang (berangkat jam 6 pagi) - Temanggung (nyasar dikit tempat tembak-tembakan) - Ambarawa - Ungaran - SEMARANG (mampir kosan temen) - Demak - Kudus - Rembang - Tuban - Bojonegoro (tiba jam 9 malam),
  • Day 4, Bojonegoro (berangkat jam 9 pagi) - Lamongan - Gresik - SURABAYA - Jembatan SuraMadu (5km) - P. MADURA - SURABAYA (keliling sebentar) - Sidoarjo (liat lumpur LAPINDO) - Mojokerto - Jombang - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Sragen - Solo - Klaten - YOGYAKARTA (tiba jam 12 malam),
  • Day 5, Keliling kota YOGYAKARTA lagi (berangkat jam 10 pagi) - Wates - Purworejo - Kebumen - Cilacap - Ciamis - Tasikmalaya (ketiduran di pom bensin jam 1 pagi),
  • Day 6, Tasikmalaya (berangkat dari pom bensin jam 6 pagi) - Garut (nyasar lewat pegunungan) - BANDUNG (servis motor sebentar) - Purwakarta - Kerawang - Bekasi (tiba jam 3 sore, istirahat sebentar) - Depok (akhirnya sampe di Depok jam 10 malem).
Perjalanan di jalur Pantura tidak terlalu lancar karena sedang banyak perbaikan jalan untuk persiapan jalur mudik dan viewnya juga cenderung kurang menarik, perjalanan yang paling menegangkan adalah jalur perbukitan sepanjang Cilacap - Ciamis karena selain gelap (maklum lewatnya sudah diatas jam 8 malam) juga sekitarnya banyak melewati hutan & jalannya banyak yang rusak terutama di daerah Wangon - Banjar, jalur hutan jati antara Madiun - Ngawi juga lumayan bikin deg-degan sih tapi berhubung belum terlalu gelap (jam 6an sore) jadi ya gak terlalu serem.

Ya begitulah perjalanan mepet waktu Touring motor Jakarta - Madura yang melelahkan & menyenangkan sekaligus murah buat bensin sama servis aja total gak sampe Rp.300 ribu, kalau waktunya lebih lama pasti lebih enak & santai, awal berangkat dari Bekasi sih mending cuman bawa 2 tas isi pakaian & perabotan, pulangnya dari Jogja ini yang nambah banyak (oleh-oleh ditambah pakaian kotor) depan belakang kanan kiri ^.^! makanya perjalanan jadi agak lebih lama, walaupun begitu tetap fun & puas hehehe... you should try it some times...

Happy Riding... ^o^


Monday, June 8, 2009

FUTSAL (Sepakbola dalam Ruangan)

Futsal adalah permainan seperti sepak bola yang dimainkan oleh dua regu tetapi masing-masing hanya beranggotakan lima orang dan dengan ukuran lapangan yang lebih kecil. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, menggunakan skill mengolah bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan.

Futsal dikenal juga dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari bahasa Spanyol atau Portugis(Football "Sepakbola" dan Sala/Salon "Ruangan") yang artinya permainan sepakbola di dalam ruangan, permainan Futsal pertama kali diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Permainan Futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brazil.


ATURAN SINGKAT FUTSAL
Lapangan permainan :
  1. Ukuran: panjang 25-42m x lebar 15-25m, ukuran Internasional: panjang 38-42m x lebar 18-22m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
  4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Garis penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok langsung.
Bola :
  1. Ukuran: #4
  2. Keliling: 62-64 cm
  3. Berat: 390-430 gram
  4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya).
Jumlah pemain :
  1. Jumlah pemain di lapangan maximal 5 termasuk kiper
  2. Jumlah pemain minimal pertandingan 2
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal 7
  4. Pergantian pemain tak terbatas
  5. Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit).
Perlengkapan pemain :
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet

Lama permainan :
  1. Lama permainan 2 x 20 menit, waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
  2. Time-out diperbolehkan1x per regu per babak, tidak ada time-out pada extra-time
  3. Waktu pergantian babak maksimal 10 menit.
Kalau pengen tahu lebih jelas tentang Futsal & peraturannya masuk aja kesini. Udah lumayan tau kan, hehehe... Langsung aja kita main kalo gitu PRIIIT...!!!

Sunday, June 7, 2009

Berbagai macam cara cari duit di internet

Jaman sekarang yang namanya bisnis internet semakin merajalela dan banyak banget macemnya, dari yang namannya PPC, PTC, survey dapet duit atau yang lain yang gua gak tau jenisnya, berikut adalah berbagai contohnya:

Klik iklan dibayar :
  • ngeBUX.com (Rp.150,-/klik & Rp.25,-/referral klik)
Searching di internet dengan yahoo di bayar dolar :
Ikutan survey di bayar dolar :
Bisnis pulsa, tanpa biaya regristrasi & lain-lain :
Kalau mau ikutan atau pengen tau info lebih detailnya tentang bisnis internet tersebut bisa langsung klik aja di masing-masing item yang tersebut diatas.



Daftar URL langsung ke 40 Search engine

Agar website atau blog yang sudah kita buat bisa dicari di search engine (SEO) semacam Google, MSN ataupun Yahoo, sebelumya kita harus mendaftarkan website kita ke berbagai layanan search engine satu persatu.

Tetapi sekarang ada cara lain yang lebih mudah supaya blog atau website kita bisa terdaftar langsung di 40 (empatpuluh) mesin cari / search engine dalam waktu bersamaan. Yaitu dengan cara memanfaatkan layanan gratis submitexpress.com yang memakai tools khusus agar alamat URL blog yang kita daftarkan lewat situs ini dapat sekaligus terdaftar ke 40 search engine baik yang besar seperti Google, Yahoo dan MSN maupun yang kecil-kecil. Ikuti langkah praktis berikut:
  1. Pertama kita masuk ke http://www.submitexpress.com/
  2. Cari tulisan FREE SUBMISSION (letaknya di paling bawah halaman), lalu klik
  3. Isi alamat URL (website atau blog) anda di kotak URL, contoh http://googlemelulu.blogspot.com/
  4. Isi Email Anda di kotak yang tersedia
  5. Isi kode yang ada dibawahnya (ada 5 karakter)
  6. Setelah selesai mengisi semuanya lalu klik SUBMIT.
Catatan: Sebagian (kecil) search engine akan mengirim email konfirmasi ke Anda, klik aja link untuk konfirmasi yang diminta.

Selamat mencoba & tetap tersenyum...

PULSAGRAM (www.pulsagram.com), bisnis pulsa gratis!

Sekarang udah banyak banget bisnis pulsa elektrik yang nawarin macem-macem keuntungan dan awalnya gua sama sekali gak tertarik sama bisnis macem begitu karena biasanya untuk gabung kita mesti bayar biaya regristrasi dan lainnya sampai ratusan ribu rupiah, udah gitu kalo udah gabung ada beberapa syarat yang harus diikutin. Gak sengaja lagi browsing diinternet eh ketemu website PULSAGRAM yang menawarkan bisnis serupa tapi kita gak perlu bayar sepeserpun untuk bisa gabung.

Provider pulsa dengan viral marketing biasanya memungut biaya registrasi dan memiliki harga yang relatif mahal. Sedangkan di Pulsagram registrasi member GRATIS dan harga pulsa tetap murah. Meskipun menggunakan sitem viral marketing / web replika, Pulsagram didesain untuk tetap bisa memberikan harga yang murah kepada membernya. Di lain pihak, Pulsagram juga tetap memberikan fasilitas viral marketing secara online sehingga Anda dapat dengan mudah mengembangkan jaringan melalui web replika Anda. Semua itu dapat Anda peroleh dengan GRATIS / tanpa biaya apa pun !

Keunggulan lain dari sistem Viral Marketing PULSAGRAM adalah :
  1. Tidak ada biaya pendaftaran.
  2. Harga pulsa tetap MURAH.
  3. Tidak ada sistem peringkat.
  4. Jumlah member yang direkrut tidak dibatasi (unlimited).
  5. Bonus kedalaman sampai level ke-10.
  6. Tidak dibutuhkan keahlian menjual.
  7. Hanya memakai pulsa sebatas kebutuhan sehari-hari.
  8. Tidak ada pertemuan atau seminar.
  9. Repeat order sangat tinggi.
  10. Potensi mendapatkan residual income.
Kalau tertarik buat ikutan & butuh info yang lebih lengkap bisa dilihat disini.

Tuesday, April 28, 2009

Misery & Joy in Purwakarta

Kenapa judulnya seperti itu? karena perjalanannya lumayan panjang & agak menyiksa (sorry bro, i got to be honest hehehe...), tapi tetap ada bagian yang menyenangkan di sana.

Awal perjalanan ke Purwakarta sebenernya mau bantuin temen yang baru aja beli rumah pindahan ke rumah barunya di Ciputat, tapi daripada udah jauh-jauh cuman mindahin barang doang akhirnya kita sepakat (atau cuman gua doank yang pengen ya?... Hehehe bodo ah yang penting hepi) paling nggak kita kesatu tempat wisata disana walaupun sebentar.

Kita start dari rumah temen kita yang satu lagi di daerah Bojong Gede - Bogor (emang gak banyak orang yang tau ini tempat, di cari pake Google Earth aja suka ga ketemu hehehe...), berhubung kita mau pinjem mobilnya buat perjalanan kali ini, dengan amat sangat terpaksa kita menuju daerah antah berantah ini, perjalanan dari Bojong ke Purwakarta memakan waktu kurang lebih sekitar 3 s/d 4 jam tergantung kecepatan mobil & padatnya lalulintas (ini udah lewat Tol loh..).

Sesampainya di Purwakarta kita langsung menuju area wisata Waduk Jatiluhur, harga tiket masuknya gak terlalu tau berhubung dibayarin (kalo gak salah 5 orang sama mobil sekitar Rp.33.000,-an gitu deh, kalo hari biasa mungkin lebih murah kali ya), maksud hati mau masuk ke bendungannya tapi apa daya ternyata selain petugas atau karyawannya gak boleh masuk area bendungan hiks... Ya sudahlah dengan terpaksa kita ke area wisatanya aja.

Di Jatiluhur selain wisata waduk juga ada semacam WaterBoom-nya Purwakarta, yah walaupun gak sebagus Atlantis Ancol & WaterBoom yang aslinya tapi dah lumayanlah, HTM-nya sekitar Rp.25.000,- s/d Rp.27.500,- kalo gak salah liat sih. Kita juga bisa ke Rumah makan di Perkampungan Air yang ada di tengah waduk ini, untuk menuju kesana kita perlu naik boat (kapal / perahu) dan untuk itu kita perlu merogoh kocek sekitar Rp.120.000,-/kapal PP atau Rp.20.000,- s/d Rp.30.000,-/orang PP (kalo udah deal jangan lupa minta no. Hp yang punya kapal buat balik lagi ketempat semula).

Menu makanan di rumah makan Perkampungan air ini kebanyakan ikan tapi nasi goreng & mie goreng juga ada sih walaupun agak lama pelayanannya (asli lama betul tuh makanan keluarnya, jadi harus agak sabar), ikan yang di jual disini harganya per-ons kira-kira sekitar Rp.7.500,-/ons (satu ikan kira-kira 7 - 9 ons) jadi mesti di kira-kira deh mau pesen berapa ikan biar bisa kenyang, setelah pesen ikan langsung di tangkep di tempat penangkarannya jadi dijamin fresh from the oven hehehe... Habis makan dan istirahat sebentar kita minta dijemput kapalnya buat balik ke tempat semula, naik perahu paling depan biar bisa photo-photo narsis diri dengan view pemandangan disana.

Sesampainya disebrang kita langsung pulang aja biar gak kemaleman di jalan, tapi ternyata bukannya kemaleman malah pagi baru nyampe rumah, berikut adalah kondisi kita dalam perjalanan balik ke Bogor:
  1. Mobil gak bisa ngebut berhubung memang sudah tidak memungkinkan untuk itu,
  2. Kondisi dalam mobil sudah penuh sesak dengan barang-barang pindahan ditambah 5 orang (agak lumayan ketekuk-tekuk nih badan dempet-dempetan sama barang),
  3. Lampu depan mobil tiba-tiba mati, jadi mau gak mau kita harus berhenti dulu di beberapa bengkel terdekat buat benerin lampu yang ternyata memakan waktu lumayan lama (mana sepanjang jalan banyak Jablay yang godain lagi hahaha...),
  4. Turun juga dah tu hujan menambah berkah dan derita bersamaan hiks.. hiks..
  5. Di Tol drivernya ngantuk berat sampe ketiduran bawa mobilnya, dengan terpaksa kita mampir lagi di Rest area Tol buat istirahat.
Kondisi di atas baru sebagian sih tapi akhirnya kita sampe di Ciputat jam 3 pagi dan baru sampe Bojong Gede jam 5 pagi, ngobrol-ngobrol dulu sebentar dan akhirnya setelah melewati perjalanan yang panjang nyampe rumah juga di Depok jam 10-an pagi hhhh.. lengkap sudah penderitaan... but it's fun too... thanks guys for the nice experience hahaha...

Tuesday, April 21, 2009

PLTP Dieng (PT. Geo Dipa Energi)

Habis istirahat di penginapan, iseng-iseng kita jalan kaki mau lihat salah satu sumur tempat sumber panas bumi PLTP Dieng yang di kelola oleh PT. Geo Dipa Energy, letaknya sekitar 1 KM dari penginapan ke arah telaga Mardada, jalannya lumayan jauh dan menanjak mana kendaraannya kenceng-kenceng lagi, sebenernya orang sipil gak boleh masuk area sekitar sumur, tapi kita nekat aja berlagak jadi penduduk sekitar (padahal dari dandanan juga udah mencolok banget hehehe...) asal gak terlalu deket mah gak kenapa-napa kali ya. Sambil dilihatin penduduk sekitar dengan tatapan penuh curiga dan terheran-heran kita foto-foto dengan santainya.

Sekedar informasi PLTP Dieng sebelumnya ditangani oleh PT Himpurna California Energy (HCE), sebuah perusahaan patungan antara Himpunan Purnawirawan ABRI (Himpurna) dengan California. Namun, karena proyek macet maka kemudian diteruskan oleh PT Geo Dipa Energy yang merupakan perusahaan patungan antara PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Geo Dipa Energi saat ini dimiliki oleh Pertamina 67% saham dan PLN 33%.

Selain PLTP Dieng, perusahaan itu juga menangani PLTP Patuha yang diperkirakan memiliki potensi kapasitas sampai 400 Mwe dan menurut rencana baru akan dioperasikan tahun 2010. PLTP Dieng yang memiliki potensi kapasitas sampai 300 Mwe saat ini baru memiliki kapasitas 1x60 Mwe dan sudah dihubungkan dengan sistem jaringan interkoneksi Jawa-Bali-Madura. Usaha intensif terus dilakukan agar target yang diinginkan tercapai dengan terus melakukan peningkatan kemampuan dan pengembangan terencana melalui pembangunan Proyek Dieng Unit 2 dan 3, yang berkapasitas masing masing 60 Mwe.

Setelah dari sumur sumber panas bumi ini kita bergerak ke tempat yang lain sekalian cari kendaraan turun dari Dieng menuju Wonosobo tapi mampir dulu di Agrowisata Perkebunan Teh Tambi & Menara Pandang.

Info dari berbagai sumber

Telaga Warna, DPT & Komplek Goa (Dieng)

Setelah dari Gunung Cikunir/Sikunir dan melihat area candi & Kawah Sikidang kita menuju ke tempat wisata selanjutnya yaitu Telaga Warna, Dieng Plateau Theatre & Komplek Goa, untuk masuk ke dalam area Telaga Warna kita perlu beli tiket masuk Rp.5.000,- sudah termasuk area Komplek Goa, untuk masuk ke Dieng Pateau Theatre (DPT) kita harus membayar tiket masuk lagi sebesar Rp.3.000,-.

Telaga Warna

Kalau cuaca baik dan matahari sudah agak tinggi kita bisa melihat jelas perbedaan beberapa warna dari Telaga Warna tersebut, variasi warna tergantung dari cuaca, waktu dan tempat melihatnya, untuk mendapatkan view yang lebih baik sebenarnya kita bisa naik bukit yang ada disebelahnya, hiking lagi agak capek sih tapi kita ga perlu bayar tiket masuk buat ngeliatnya dan selain gratis yang jelas view-nya lebih yahud, dijalan naik/turun bukit ini juga ada pintu masuk ke telaga dari samping yang gak perlu bayar alias gratis kalau pengunjungnya lagi banyak sih gak ketahuan tapi kalau lagi sedikit bisa keliatan jelas banget, kan tengsin juga pas mau keluar di tagih bayar tiket hehehe...

Menurut masyarakat setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga itu berwarna-warni. Konon, dahulu ada cincin milik bangsawan setempat yang bertuah namun terjatuh ke dasar telaga, tapi kalau dari kajian ilmiah telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.

Tidak jauh dari situ ada telaga yang berukuran lebih kecil. Telaga Pengilon, namanya. Airnya yang jernih seperti cermin itulah yang membuat penduduk setempat memberi nama Telaga Pengilon. Lagi-lagi ada mitos penduduk menyebutkan bila danau ini bisa untuk mengetahui isi hati manusia. Bila ia terlihat cantik atau tampan ketika memandang air telaga ini, maka hatinya baik, bila sebaliknya maka ia termasuk orang berhati kurang baik, yah boleh percaya boleh nggak sih namanya juga mitos.

Komplek Goa

Tidak jauh dari Telaga Warna & Telaga Pegilon ada beberapa goa alam yang memiliki legenda dan suasana yang mistis, setidaknya ada tiga goa disini yaitu Goa Semar, Goa Sumur & Goa Jaran.
  • Goa Semar, Pengunjung bisa langsung mengetahui goa itu karena ada arca Semar di depan mulut goa-nya. Semar adalah salah satu punakawan yang dianggap paling bijaksana. Dinamai Goa Semar karena penduduk setempat percaya bila goa ini dijaga oleh Eyang Semar. Banyak orang bersemedi di goa ini, laki atau perempuan dengan tujuan menginginkan keselamatan.
  • Goa Sumur, Tidak jauh dari Goa Semar ada Goa Sumur, di depannya ada arca wanita dengan membawa kendi. Goa ini memang memiliki kolam kecil yang airnya konon katanya bertuah. Banyak yang percaya air di Goa Sumur ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat kulit jadi lebih cantik. Adapula yang menggunakannya untuk upacara suci seperti umat Hindu dari Bali. Karena pintu goa biasanya dikunci untuk menjaga kesuciannya maka untuk masuk kedalam goa perlu minta tolong juru kunci (Kuncen) untuk membukanya (sama halnya dengan Goa Semar), Juru kunci tinggal tidak jauh dari area Goa & Telaga Warna.
  • Goa Jaran, dinamakan Goa Jaran atau yang bisa diartikan Goa Kuda karena dulu katanya adalah tempat pertapaan Resi Kendaliseto, suatu saat ketika hujan deras, ada seekor kuda yang berteduh di dalamnya. Anehnya ketika kuda itu keluar dari lubang goa keesokan harinya kuda itu telah berbadan dua alias hamil. Sebagian masyarakat percaya bila gua ini bisa digunakan untuk semedi para wanita yang sulit mendapatkan keturunan. Tidak seperti 2 goa lainnya Goa Jaran bisa dimasuki tanpa juru kunci tapi tempatnya sempit sekali, biasanya orang yang bersemedi duduk di pendopo depan mulut goa (sekali lagi katanya sih begitu).
Dieng Plateau Theatre (DPT)

Tidak seperti DPT yang bikin kisruh di Pemilu kali ini (Daftar Pemilih Tetap), DPT yang satu ini akan menambah pengetahuan anda tentang Dieng Plateau.

Dieng Plateau Theater adalah sarana wisata berupa bioskop yang materinya berupa informasi peristiwa alam Dieng dan apa saja yang ada di wilayah Dieng, seperti peristiwa Sinila tahun 1979 yang meminta banyak korban dari penduduk Dieng. Sarana ini digagas dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah kala itu, Bapak H. Mardiyanto. Terletak di lereng bukit Sikendil, kira-kira 1.5 km dari pertigaan masuk Dieng, 250 meter dari Telaga Warna. Berada pada ketinggian 2.100 m di atas permukaan laut.


Kapasitas tempat duduk adalah 100 kursi. Di sekitarnya dilengkapi dengan taman dan tempat untuk bersantai. Dari sana tampak rangkaian pegunungan seperti: Gunung Prahu, Gunung Juranggrawah, Gunung Pangonan, Gunung Sipandu, Gunung Nagasari, Gunung pangamun-amun, dan Gunung Gajah Mungkur.

Sarana yang menelan biaya investasi sebesar Rp.2 milyar lebih ini cocok sekali bagi anda yang ingin mengetahui peristiwa alam di Dieng dan Budaya masyarakat sekitarnya. Objek yang berada di kawasan Dieng itu nantinya diharapkan akan memberikan manfaat bagi dua kabupaten yang berbatasan, yakni Wonosono dan Banjarnegara. Harapan itu tak berlebihan setelah melihat sukses paska dibangunnya Ketep Plateau Theater yang manfaatnya telah dirasakan Kabupaten Magelang dan Boyolali.

Sebagian info DPT diambil dari situs wonosobokab.go.id

Komplek Candi & Kawah Sikidang (Dieng)

Dari Puncak Cikunir perjalanan bisa dilanjutkan ke Telaga Warna (satu area dengan Komplek Goa) atau Kawah Sikidang (satu area dengan Komplek Candi), kali ini kita coba ke area komplek Candi & Kawah Sikidang dahulu, tempat wisata ini sudah masuk daerah Banjarnegara & untuk dapat memasukinya kita harus membeli tiket masuk seharga Rp.6.000,-/0rang (guide tidak perlu beli tiket).

Letak pintu masuknya cukup dekat dari penginapan ± sekitar 500 meter, kita mulai dari Komplek Candi Arjuna sampai ke Kawah Sikidang, kalau anda hanya ingin melihat Kawah Sikidang saja bisa langsung menuju kesana (gak perlu bayar tiket, tempat beli tiket hanya di Komplek Candi saja) letaknya cukup jauh dari penginapan apabila di tempuh dengan jalan kaki tetapi kalau dari Puncak Cikunir cukup dekat (bisa motong jalan) jadi sekalian jalan ke Telaga Warna atau pulang ke peginapan (minta diarahkan guide-nya saja).

Komplek Candi di Dieng

Di Dataran Tinggi Dieng dapat dijumpai perkomplekan candi yang banyak jumlahnya. Penamaan candi diambil dari nama wayang yang bersumber dari cerita Baratayuda seperti Candi Puntadewa, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca dan sebagainya.

Latak bangunan terpencar di beberapa tempat, sebagian ada yang mengelompok dan sebagian lain berdiri sendiri. Kelompok candi yang mengelompok yaitu komplek Percandian Arjuna yang berderet dari utara ke selatan, mulai dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar.



Bangunan candi yang berdiri sendiri misalnya Candi Bima, Candi Gatotkaca, Candi Dwarawatik, Candi Parikesit, Candi Sentyaki, Candi Ontorejo, Candi Samba, Candi Nangkula, Candi Sadewa, Candi Gareng, Candi Petruk dan Candi Bagong.

Di antara keseluruhan candi di Komplek Percandian Dieng tersebut, terdapat tiga candi yang kini keadaannya masih relatif utuh yaitu Candi Bima, Candi Arjuna dan Candi Gatotkaca sedangkan yang lainnya dalam kondisi yang mengkhawatirkan bahkan sudah nyaris rata dengan tanah, kalau anda ingin tahu lebih jauh tentang candi-candi tersebut bisa langsung ke Museum yang ada didekat area candi di dekatnya juga ada cafe atau restoran untuk makan & beristirahat.
  • Candi Bima, Candi yang berukuran 4,93 x 4,34 m dianggap memiliki ciri arsitektur yang berbeda dengan candi lainnya di Indonesia. Candi Bima memiliki bentuk atap yang merupakan perpaduan gaya arsitektur India Utara dan India Selatan. Gaya India Utara tampak pada atap yang berbentuk menara yang meninggi (Sikhara). Sedangkan gaya India Selatan tampak pada bentuk atapnya yang bertingkat dan batur bangunan yang terdiri atas pelipit-pelipit mendatar. Sekain itu adanya menara-menara sudut dan relung-relung bentuk tapal kuda dengan hiasan kudu. Hiasan kudu pada Candi Bima ini berwujud manusia setengah badan yang melongok keluar dari bilik jendela.

  • Candi Arjuna, Candi yang berukuran 6 x 6 m dan menghadap ke arah barat. Termasuk dalam kelompok candi Arjuna yaitu Candi Srikandi dan Candi Puntadewa. Keunikan bangunan kelompok Arjuna terletak pada bagian tubuh candi yang berbentuk Keben. Pada pintu masuk dan relung-relungnya dihiasi kala makara. Atap candi berbentuk seperti ada pembagian horisontal yang terdiri atas bentuk piramida-piramida jenjang dengan triap sidutnya terdapat menara-menara kecil. Menara kecil tersebut yang memiliki kemiripan dengan gaya arsitektur India Selatan. Ditemukannya prasasti berangka tahun 731 Caka (809 M) di dekat Candi Arjuna dapat menjadi petunjuk pembangunan candi sekitar awal abad IX M.

  • Candi Gatotkaca, Bangunan candi berdenah persegi empat dan terdapat tonjolan pada bagian tengah keempat sisinya. Hiasan ornamental terlihat sangat menonjol dan didominasi oleh pelipit-pelipit halus. Arah hadap candi ke barat disertai pintu masuk bertangga dengan pipi tangga bersayap dan berukir gelung. Terdapat hiasan kala tanpa rahang bawah di atas relung. Bagian atap candi berhiaskan antefik (simbar) dan kepala singa pada setiap sudutnya. Terdapat juga menara-menara kecil di bagian atap paling bawah. Bentuk profil menara-menara tersebut hampir sama dengan profil candi. Atap puncak (mahkota) berbentuk silinder.


Kawah Sikidang

Setelah dari area komplek candi kita bergerak ke area kawah Sikidang, pintu masuknya dekat Candi Bima, karena kita datangnya pas hari kerja suasananya sepi banget (waktu itu cuma ada kelompok kita aja) jadi berasa nyaman dan fotonya bersih gak banyak orang lalu-lalang, didekat pintu masuk ada tempat area jualan buat pedagang makanan atau souvenir (yah seperti tempat wisata lainnya) katanya disini juga ada yang jual bunga Edelweis yang udah lumayan susah didapat (sudah gak boleh dipetik & dibawa orang harusnya sih) tapi kita gak nemu karena gak ada yang dagang satu juga hehehe...



Dilokasi ini bau belerangnya sangat menyengat & suhunya agak lumayan hangat, dikejauhan kita bisa lihat sumur geothermal tua yang masih beroperasi, energi panas bumi ini memang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik di daerah Dieng ini kita banyak menjumpai pipa-pipa & sumur sumber panas bumi dimana-mana, kawah di Sikidang adalah yang terbesar di Dieng & katanya 2 bulan yang lalu area dekat kawah pernah meledak dan membentuk lembah serta gundukan tanah baru, kita sempet foto-foto dari atas gundukan tanah baru tersebut, setelah puas melihat-lihat & foto-foto disini tujuan selanjutnya kita ke Telaga Warna & Komplek Goa...



Sebagian info pada Komplek Candi dikutip dari situs Arkeologi.web.id



Monday, April 20, 2009

Sunrise di Gunung Cikunir (Dieng)


Untuk melihat sunrise di Gunung Cikunir / Sikunir yang katanya memiliki ketinggian ±2.500m dari permukaan laut perlu ada sedikit pengorbanan, yaitu:

  1. Tampang kucel gak mandi, karena dingin bener katanya bisa sampai 6°C, air disana berasa air es dan napas aja udah berasap embun, apalagi kalau naik motor bwuaahh... jari ma kuping ente siap-siap beku dah,
  2. Bangun pagi (salah satu yang gua benci hahaha...), sekitar jam 3.30 pagi kalo mau trekking jalan kaki atau jam 4.30 pagi kalau mau naik motor dilanjutin jalan kaki,
  3. Jalan trekking yang lumayan jauh, agak licin & menanjak (harus hati-hati, sebaiknya pakai sepatu trekking & jangan lupa bawa air minum!!!),
  4. Sholat subuh bisa kelewat kalau ambil yang jalan kaki, jadi sebaiknya wudhu dulu & jangan lupa pakai celana panjang yang bersih dan bawa sejadah, siap-siap buat sholat di atas.
Perjalanan dari penginapan menuju puncak Cikunir ± sekitar 2 jam kalau trekking jalan kaki & kira-kira 1 jam kalau naik motor, 30 menit naik motor melewati pipa & sumur geothermal Geo Dipa, lalu motor diparkir di dekat Telaga Cebong (kalo gak salah), dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 15 s/d 30 menit melewati jalan-jalan yang cukup terjal, tapi tenang aja masih bisa dilewati kok (sudah dibuat tangga-tangga batu untuk mempermudah).

Tapi semua itu bakal terbayar lunas begitu kita sampai dipuncak dengan pemandangan yang sangat indah dan udara yang sejuk (lumayan buat bersihin paru-paru dari udara Jakarta) lebih enak lagi sih sambil ngopi atau ngeteh anget, kalau kita lagi beruntung dan cuaca lagi cerah selain kita bisa dapet sunrise yang bagus, kita juga bisa lihat puncak Gunung Merapi (2.914m) & Gunung Sindoro (2.151m) dari sini, sampai ada bule yang bela-belain bolak-balik naik buat dapetin sunrise yang mantap, tapi tenang aja walaupun cuacanya lagi gak begitu baik kita masih bisa lihat pemandangan yang bagus kok (gua sendiri agak kurang beruntung yah walaupun gak ujan sih tapi mataharinya ketutup kabut).

Habis foto-foto lihat pemandangan sunrise dari puncak Cikunir, kita turun lagi kali ini lebih cepat dari naiknya paling-paling cuma 10 menit sampai parkiran motor, terus kita langsung menuju tempat wisata selanjutnya di Dieng ini, bisa ke Kawah Sikidang dulu atau ke Telaga Warna.