Cari Artikel

Google
Google Page googlemelulu

Friday, September 11, 2009

Jembatan Selat Malaka (Malacca Strait Bridge)

Mega proyek Jembatan RI-Malaysia jika jadi terealisasi akan menjadi jembatan terpanjang buatan manusia yang menghubungkan dua negara. Proyek itu akan membangun jembatan sepanjang 38 - 52 kilometer dari Dumai (Indonesia) ke (Malaka) Malaysia. Tidak hanya itu, proyek jembatan ini juga diyakini akan menguntungkan perekonomian & pariwisata kedua belah pihak.

Pembangunan jembatan RI-Malaysia yang direncanakan memiliki panjang 38 km ini membutuhkan dana sekitar US$ 12.5 miliar atau Rp 125,5 triliun dan rencananya akan diselesaikan dalam kurun waktu 9 tahun. 15 Persen pendanaan proyek berasal dari internal sementara sisanya berasal dari pinjaman bank. Bank Exim China telah menyatakan akan membantu pembangunan jembatan tersebut.

Daerah Istimewa Yogyakarta


Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah provinsi yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara bisa dibilang secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Dahulu Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Selain warisan budaya, Jogja memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Atmosfir seni juga begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan dengan berbagai aksi kreativitasnya pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Thursday, September 10, 2009

Jembatan Selat Sunda (Sunda Strait Bridge)


Jalur Selat Sunda (Merak-Bakaheuni) bisa dibilang adalah jalur pelayaran tersibuk nasional yang menjadi nadi perekonomian antara Pulau Jawa & Pulau Sumatra, kondisi lalulintas yang dilayani Pelabuhan Bakauheni dan Merak sudah terlalu padat sehingga kehadiran jembatan yang bisa menghubungkan kedua pulau sangat dibutuhkan.

Untuk saat ini saja dalam sehari sekitar ± 3500 kendaraan, 35.000 orang, serta 20 juta ton batu bara yang melewati kedua pelabuhan, bahkan apabila terjadi gangguan di laut maka antriannya dapat mencapai 10 kilometer. Tidak dapat dibayangkan kondisi 10 tahun ke depan seandainya jembatan belum juga direalisasikan sehingga 10 Gubernur se Sumatra memasukannya ke dalam empat rekomendasi yang harus dilaksanakan pemerintah, sekitar 60 persen ekspor nasional berasal dari Sumatra, 40 persen gula berasal dari Lampung, kalau ditambah dengan Jambi dan Palembang sudah mencapai 50 persen lebih.

Jembatan Suramadu (Suramadu Bridge)


Jembatan antar pulau sepanjang 5.438 meter yang Pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri dan diresmikan oleh Presiden periode berikutnya yaitu Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 itu adalah jembatan yang terpanjang di Indonesia.

Latar Belakang


Sebelum Jembatan Suramadu berdiri satu-satunya akses dari Surabaya ke Pulau Madura dan sebaliknya adalah menggunakan penyeberangan kapal feri Perak-Kamal. Kondisinya saat itu sudah sangat padat. Jumlah armada kapal feri yang digunakan sebanyak 18 buah, yang rata-rata usianya juga sudah uzur. Dari survei yang dilakukan didapat volume lalu lintas feri per arah per hari di tahun 2002 adalah 315 buah kendaraan ringan, 1036 buah truk Kecil, 324 buah truk besar, 260 buah Bus dan 8128 buah sepeda motor. Kapasitas feri yang tersedia tersebut sudah jenuh yang diindikasikan dengan waktu tunggu rata-rata kendaraan yang terjadi di pelabuhan Ujung maupun Kamal adalah 30 menit. Kecuali untuk jenis sepeda motor yang lebih leluasa menembus antrean. Sedangkan waktu yang digunakan untuk menaikkan penumpang dari pelabuhan ke atas feri selama 15 menit. Waktu tempuh yang diperlukan untuk penyeberangan 30 menit, dan waktu untuk menurunkan.penumpang 15 menit. Total waktu dibutuhkan sekitar 60 menit atau satu jam. Waktu ini akan semakin panjang ketika akhir pekan atau musim liburan. Menjelang Lebaran dan Hari Besar Islam malah sering tak terkendali. Budaya "toron" (pulang kampung) bagi masyarakat Madura seakan menu wajib bagi mereka. Akibatnya, peningkatan mobilitas manusia dan barang tak dapat terhindarkan. Di lain segi kapasitas feri tidak bisa ditambah karena dapat mengganggu alur pelayaran yang ada. Keberadaan Jembatan Madura diperkirakan dapat mengurangi waktu tempuh sebesar 60 menit untuk kendaraan yang berasal dan menuju Kec. Kamal, Socah, dan Bangkalan, 110 menit untuk kendaraan yang tidak berasal dan menuju Kec. Kamal, Socah, dan Bangkalan.

Wednesday, August 26, 2009

Touring Motor 1 : Jakarta - Madura (08 Agustus - 13 Agustus 2009)

Tour de Java ini adalah salah satu perjalanan tergila yang gak akan bisa gua lupain seumur hidup, cuma berawal dari obrolan ringan 5 hari sebelum berangkat dan dengan persiapan yang seadanya berhubung emang spontan aja hahaha... Awal mau berangkat emang banyak pertanyaan "kenapa harus naik motor sih? kenapa gak naik mobil, Bus, Kereta Api atau Pesawat aja?" dan jawaban gua simpel "udah pernah", berhubung gua emang suka travelling & nyoba hal-hal baru maka terjadilah perjalanan ini.

Perjalanan start dari Bekasi dengan berbekal gembolan 2 tas (isi cuma pakaian, perabotan & duit secukupnya), karena memang cuma 2 orang (Double H alias Hari & Harun ^.^...) mengendarai 1 motor aja (Supra X 125) dengan jarak tempuh ± 2.000 km, kita berangkat dari Bekasi sekitar jam 6 pagi dengan kondisi mata kriep-kriep belum tidur hasil dari begadang main PS semaleman, pokoke maknyuss banget dah, yuk lanjuuut...

Karena rencananya memang mau keliling Jawa (yah masih banyak sih kota yang belum di singgahi tapi lumayanlah...), rute yang kita lewatin juga gak biasa kayak orang mau mudik dari jalur utara (Pantura) ke selatan trus ke utara lagi & selatan lagi hahaha... gak jelas dah. Rute yang kita lewati yaitu:
  • Day 1, Bekasi (berangkat jam 7 pagi) - Kerawang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Bumiayu - Purwokerto - Banyumas - Kebumen - Purworejo - Wates - YOGYAKARTA (tiba jam 9 malam),
  • Day 2, Keliling kota YOGYAKARTA (berangkat jam 8 pagi) - Prambanan - Borobudur - Magelang (tiba jam 9 malam),
  • Day 3, Magelang (berangkat jam 6 pagi) - Temanggung (nyasar dikit tempat tembak-tembakan) - Ambarawa - Ungaran - SEMARANG (mampir kosan temen) - Demak - Kudus - Rembang - Tuban - Bojonegoro (tiba jam 9 malam),
  • Day 4, Bojonegoro (berangkat jam 9 pagi) - Lamongan - Gresik - SURABAYA - Jembatan SuraMadu (5km) - P. MADURA - SURABAYA (keliling sebentar) - Sidoarjo (liat lumpur LAPINDO) - Mojokerto - Jombang - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Sragen - Solo - Klaten - YOGYAKARTA (tiba jam 12 malam),
  • Day 5, Keliling kota YOGYAKARTA lagi (berangkat jam 10 pagi) - Wates - Purworejo - Kebumen - Cilacap - Ciamis - Tasikmalaya (ketiduran di pom bensin jam 1 pagi),
  • Day 6, Tasikmalaya (berangkat dari pom bensin jam 6 pagi) - Garut (nyasar lewat pegunungan) - BANDUNG (servis motor sebentar) - Purwakarta - Kerawang - Bekasi (tiba jam 3 sore, istirahat sebentar) - Depok (akhirnya sampe di Depok jam 10 malem).
Perjalanan di jalur Pantura tidak terlalu lancar karena sedang banyak perbaikan jalan untuk persiapan jalur mudik dan viewnya juga cenderung kurang menarik, perjalanan yang paling menegangkan adalah jalur perbukitan sepanjang Cilacap - Ciamis karena selain gelap (maklum lewatnya sudah diatas jam 8 malam) juga sekitarnya banyak melewati hutan & jalannya banyak yang rusak terutama di daerah Wangon - Banjar, jalur hutan jati antara Madiun - Ngawi juga lumayan bikin deg-degan sih tapi berhubung belum terlalu gelap (jam 6an sore) jadi ya gak terlalu serem.

Ya begitulah perjalanan mepet waktu Touring motor Jakarta - Madura yang melelahkan & menyenangkan sekaligus murah buat bensin sama servis aja total gak sampe Rp.300 ribu, kalau waktunya lebih lama pasti lebih enak & santai, awal berangkat dari Bekasi sih mending cuman bawa 2 tas isi pakaian & perabotan, pulangnya dari Jogja ini yang nambah banyak (oleh-oleh ditambah pakaian kotor) depan belakang kanan kiri ^.^! makanya perjalanan jadi agak lebih lama, walaupun begitu tetap fun & puas hehehe... you should try it some times...

Happy Riding... ^o^