Cari Artikel

Google
Google Page googlemelulu

Sabtu, 01 Januari 2011

Touring Motor 7 : Depok - Bali - Lombok (12 September - 20 September 2010)

Nah Touring motor Depok - Bali - Lombok ini adalah Touring motor terjauh yang pernah saya tempuh seumur hidup sampai tulisan ini saya buat, kalau pakai pesawat sih yang paling jauh sudah pernah sampai Sabang & Papua. Kenapa juga judulnya langsung Touring motor 7, bukannya 6? karena sebelum yang ini saya sudah melakukan perjalanan touring motor dari Depok - Ujung genteng - Bayah (Banten) PP, cuma karena lagi sibuk jadi malas nulis di Blog (halah.. belagu amat ini orang..) jadi saya belum sempet nulisnya, udah agak lupa juga ceritanya, tapi nanti coba di tulis deh.

Touring motor ini menempuh perjalanan dari Depok - melalui Jakarta - melewati Jawa Barat - terus ke Jawa Tengah - lalu Jawa Timur - terus ke Bali - lajut ke Lombok - lalu balik lagi ke Bali - terus ke Jawa Timur - ke Jawa Tengah lagi - lewatin Jawa Barat - masuk Jakarta dikit - Alhamdulillah akhirnya kembali lagi dengan selamat tiba di Depok, intinya sih Depok - Bali - Lombok PP. Total jarak yang di tempuh -/+ 3.000 Km dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam dan menguras tabungan sekitar 2 juta rupiah lebih.




Karena perjalanannya jauh maka perlu perencanaan yang cukup matang, mulai dari persiapan fisik, pemilihan rute, penentuan waktu keberangkatan dan lain - lain. Untuk waktu saya memilih berangkat 2 hari setelah Hari raya Idul Fitri, kenapa? karena pada waktu itu bisa ambil libur cuti panjang, lalu lintas yang cukup aman karena bertepatan dengan arus mudik tapi sudah tidak terlalu padat, banyak terdapat tempat - tempat istirahat khususnya di pulau Jawa tapi kalau sudah sampai Bali & Lombok keadaannya tidak berbeda jauh dengan hari biasa, kendaraan besar seperti truk tronton dan lainnya masih dilarang melewati Pantura, jadi relatif aman untuk kendaraan kecil seperti motor.

Perjalanan ini saya lakukan berboncengan & bergantian nyetir bersama 1 orang teman saya, sebut saja namanya Buluk dengan mengendarai motor kreditan 9 bulan yang belum lunas, Honda Supra X 125 CW, yang usia pakainya baru sekitar 6 bulan, jadi keadaannya 2 orang 1 motor. Kami memulai perjalanan ini dari Depok pada hari Minggu 12 September 2010 jam 07:00 pagi dengan membawa perbekalan seadanya & sesimpel mungkin yang bisa kami bawa agar tidak terlalu merepotkan di jalan nanti. Keadaan Jakarta waktu itu benar-benar sepi kendaraan karena sebagian warganya sudah pada mudik kekampung halamannya, sehingga Depok - Cikarang bisa di tempuh hanya dengan waktu 1 jam saja.


Agar cepat dan tidak membuang banyak waktu di jalan, setelah Cikarang kami memilih untuk melewati jalur utara atau PANTURA saja, kondisi jalan pada waktu itu cukup baik dan lancar, disisi kanan & kiri jalan banyak terdapat pedagang musiman & pos - pos istirahat yang di sediakan oleh swasta atau pun instansi pemerintah terkait untuk kenyamanan para pemudik. Setiap 2 atau 3 jam kami berhenti untuk mengisi bensin, makan ataupun istirahat sejenak, selain itu juga untuk mendinginkan mesin motor sebentar. Memasuki wilayah Batang, cuaca agak kurang bersahabat, hujan mulai turun walau pun tidak terlalu deras, hujan terus turun sampai kami tiba di Kudus sekitar jam 9 malam sampai pada akhirnya karena hujan tidak kunjung berhenti juga kami memutuskan untuk istirahat saja di sebuah pom bensin di Kudus & melanjutkan perjalanan esok pagi.


Pada hari kedua, setelah mandi sarapan pagi di pom bensin kami langsung melanjutkan perjalanan, seperti sebelumnya setiap 2 atau 3 jam kami berhenti untuk mengisi bensin ataupun keperluan lainnya, tidak seperti jalur selatan yang banyak pemandangan bagus, sepanjang PANTURA pemandangannya memang monoton dan cenderung kurang menarik, ini yang membuat kami selalu memacu kendaraan kami sekitar 100 km/jam agar cepat sampai di Bali, lagi pula saya sudah 3 kali touring Depok - Surabaya melalui jalur PANTURA, jadi sudah tidak spesial lagi. Memasuki Asem bagus (Situbondo) waktu sudah larut sekali, sekitar jam 12 malam, jalur yang kami lewati pun kebanyakan sudah daerah hutan, jadi untuk alasan keamanan kami memutuskan untuk beristirahat dulu di pom bensin terdekat & melanjutkan perjalanan esok pagi lagi.

Pada hari ketiga, jam 5 pagi kami memulai perjalanan dari Situbondo dan sampai di pelabuhan Ketapang sekitar jam 6 pagi, tanpa basa-basi kami pun langsung meluncur ke loket untuk sepeda motor dan dikenai tarif Rp.15,000,-/motor, lebih mahal Rp.1.000,- sih dari tarifnya, tapi gapapa lah, lagi ngantuk kali petugasnya karena masih pagi.
Oke kami sudah onboard & istirahat lagi di ferry, estimasi perjalanan Ketapang - Gilimanuk -/+ 1 jam saja, lumayanlah buat ngelemesin otot pantat sebentar. Horeee...!! Setelah perjalanan terombang-ambing dilaut selama 1 jam & melewati proses pemeriksaan identitas (wajib menunjukan KTP), akhirnya karet ban sepeda motor saya bergulir di atas aspal Pulau Dewata & kami berdua pun resmi menginjakan kaki untuk yang kedua kalinya di Pulau Bali.

Langsung tancap gas menuju Pantai Kuta, melewati jalur selatan, Gilimanuk - Negara - pulukan - Tabanan - Kapal - Denpasar - Kuta. Oh iya di Tabanan kami sempatkan untuk ganti gear set motor karena kondisinya sudah mengkhawatirkan, gmana nggak wong motor baru 6 bulan tapi kilometernya sudah hampir 9,000 hehehe... Jam 12:30 kami tiba di Pantai Kuta dengan kondisi badan lecek & dekil karena belum mandi (sampai udah gak kecium lagi baunya). Setelah makan siang, kami keliling-liling Kuta & menikmati "pemandangan" pantai sambil berjemur walaupun kulit sudah terlanjur item dari sananya.

Jam 8 malam, perjalanan kami lanjutkan menuju Padang bai untuk menyebrang ke Pulau Lombok. Karena keterbatasan waktu, kami gak lama-lama di Bali karena emang tujuan utamanya mau ke Pulau Lombok. Kami tiba di pelabuhan Padang bai jam 10 malam dan sambil menunggu waktu ferry berangkat kami pun makan malam dahulu, pakai Plecing kangkung khas Lombok, nyammi... Penyebrangan Padang bai - Lembar (tarif motor + penumpang Rp.86.000,-) memerlukan waktu sekitar 5 jam, maka kami sengaja menyewa tempat VIP di ferry agar bisa istirahat dengan nyaman & aman (cuman nambah Rp.25.000,-/orang), cukup ekonomis untuk orang-orang kere seperti kami ini, daripada nginep di hotel (muahaaall..!!).



Pada hari keempat, jam 3:00 pagi, kami tiba di pelabuhan Lembar Pulau Lombok, suasananya sangat sepiii sekali, perjalanan dari pelabuhan sampai Mataram, kami sama sekali tidak bertemu manusia satu orang pun, paling cuma anjing-anjing liar saja, karena sangat gelap & tidak tahu jalan (jarang banget papan penunjuk jalannya) kami sempat kesasar beberapa kali sebelum akhirnya ketemu Warnet yang buka 24 jam di kota Mataram, kami singgah di Warnet selama sekitar 2 jam untuk menunggu matahari terbit, setelah keadaan mulai terang, jam 6 pagi kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Senggigi, sepanjang perjalanan udaranya sangat sejuk menyegarkan, sedangkan pemandangannya sangat memanjakan mata & kamera poket kami, memang tidak seramai Bali, tapi keindahannya tidak kalah dari Bali.

Dari Senggigi kami teruskan perjalanan sampai Pelabuhan Bangsal untuk menuju Pulau Gili Trawangan, dari 3 Gili yang ada (Gili Meno, Gili Air dan yang terbesar & terkenal Gili Trawangan), kami memang hanya ke Gili Trawangan karena terbatasnya waktu. Tiket boat menuju Gili Trawangan Rp.10.000,-/orang, di Gili Trawangan sama sekali tidak ada kendaraan bermotor, yang ada hanya kendaraan khas Lombok "Cidomo" dan Sepeda (sewa sepeda Rp.15.000/jam), banyak sekali wisatawan asing disini dari yang hanya ingin berjemur sampai yang hobi sekali diving, di Lombok memang banyak terdapat spot untuk diving & snorkling. Di Gili Trawangan pasirnya sangat bersih sekali sehingga banyak turis asing yang berjemur disini, sepertinya mereka merasa lebih nyaman di sini ketimbang di Kuta, mungkin karena tempatnya agak private & tidak terlalu padat.

Pada sore hari sekitar jam 5 sore, kami kembali lagi ke Pelabuhan Bangsal dan melanjutkan perjalanan menuju Senggigi untuk numpang menginap di rumah kerabatnya Buluk. Pada hari kelima kami di ajak ke pasar Cakranegara untuk berbelanja suvenir Lombok, di pasar ini juga kami mencari kantong karung seperti yang dipakai pedagang untuk tempat barang-barang kami di motor. Setelah beberapa lama berkeliling & membeli beberapa keperluan kami bersiap-siap untuk melakukan perjalanan kembali pulang ke Depok, jam 11 siang kami sudah sampai di Pelabuhan Lembar untuk kembali ke Padang bai di Pulau Bali, setelah melalui perjalanan laut selama -/+ 5 jam kami tiba di Pulau Bali langsung lanjut menuju Pasar Sukowati untuk berburu suvenir dan oleh-oleh, setelah itu kami berkeliling Denpasar & Kuta sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Gilimanuk pada jam 12 malam.

Pada hari keenam sekitar jam 4 pagi kami tiba di pelabuhan Gilimanuk, ada sedikit cerita aneh pada waktu kami melakukan perjalanan di hutan di sekitar daerah Negara, jalan kami tertutup kabut seperti layar pertunjukan wayang (dan memang seperti ada pertunjukan wayang), sempat agak bingung karena jalan tidak terlihat, tetapi setelah menembus kabut jalanan kembali terlihat, hal yang cukup aneh tetapi seperti nyata buat kami berdua, Wallahualam Bisawab.

Jam 6 pagi kami tiba di pelabuhan Ketapang - Banyuwangi, perjalanan kami lanjutkan menuju Surabaya, berhenti sebentar untuk ambil foto Pembangkit Listrik Paiton di perbatasan Situbondo - Probolinggo. Di Surabaya kami sempatkan untuk bertemu seorang teman yang mengajak kami ke Batu - Malang karena dia kebetulan ada sesi pemotretan disana. Karena memang belum pernah ke Batu - Malang maka kami sempat kan kesana & bermalam sehari di Batu. Esok paginya di hari ketujuh kami ikut membantu sesi pemotretan di area bukit untuk Paralayang dan kembali melanjutkan perjalanan pulang pada sore harinya.

Perjalanan pulang sedikit berbeda kali ini, karena dari Batu kami tidak kembali ke Surabaya, melainkan langsung lewat jalur ke Jombang lalu ke Tuban, jalannya sempit & berliku, naik turun tipikal jalan perbukitan, setelah itu langsung ke Rembang, Pati, Kudus dan bermalam di pom bensin Demak sekitar jam 12 malam. Saya sempat memeriksa kantong karung kami yang memuat suvenir yang kami beli, karena menempel pada knalpot, salah satu karung ada yang meleleh sehingga beberapa suvenir kami juga ikut rusak, padahal sudah kami lapis dengan kardus.

Esok paginya di hari kedelapan, setelah mandi dan sarapan, sebelum memulai perjalanan, kami melapisi knalpot dengan kardus lagi agar tidak melelehkan kantong karung berikut isinya, setelah itu baru kami melanjutkan perjalanan. Di Semarang terjadi insiden, kantong karung kami entah kenapa terbakar, mungkin karena terlalu kencang (kecepatan pada waktu itu sampai 120 km/jam) sehingga knalpot terlalu panas didukung juga cuaca yang sangat terik, kami menghentikan motor & melempar kantong karung yang terbakar, kami berusaha mematikan apinya untuk menyelamatkan barang yang mungkin masih bisa di selamatkan, hampir setengah suvenir yang kami beli rusak terbakar, kami lalu mencari tempat untuk beristirahat sebentar, menenangkan diri & sedikit berduka cita atas suvenir-suvenir kami yang terbakar.


Setelah merenung dari kejadian yang cukup membuat shock, kami melanjutkan perjalanan, tetap dengan kecepatan yang seperti sebelumnya, karena kali ini kantongnya sudah tinggal 1 dan cukup ditaruh di depan, jadi setidaknya kami yakin tidak akan terjadi insiden seperti tadi, sekitar jam 6 sore kami sampai di Tegal laka-laka, kami mampir di alun-alun untuk makan malam & bertemu seorang teman di sana. Jam 8 malam perjalanan kami lanjutkan dan beristirahat kembali jam 11 malam di sebuah Masjid di daerah Pamanukan.

Di pagi hari pada hari kesembilan perjalanan pulang dilanjutkan, dari Pamanukan kami sempat istirahat sebentar di Purwakarta sekalian silaturrahmi ke keluarganya Buluk. Sore harinya sekitar jam 3 kami baru meluncur lagi menuju Depok dengan sukses & selamat Alhamdulillah. Perjalanan kali ini selain Jauuuh, gila, melelahkan, menegangkan juga sedikit menakutkan, tapi tidak membuat kami puas sampai disitu, kami merencanakan untuk melakukan perjalanan yang lebih dari ini tapi tanpa keterbatasan waktu & dana, mudah-mudahan bisa terwujud dalam waktu dekat ini... Amin..

Rekap Perjalanan:
  1. Jarak tempuh Depok - Bali - Lombok PP -/+ 3.000 Km
  2. Waktu perjalanan yang dibutuhkan (termasuk istirahat, dll) -/+ 9 hari
  3. Pengeluaran untuk bensin PP total Rp 387,000
  4. Pengeluaran untuk transportasi lainnya Rp 341,000
  5. Servis, ganti oli & gear set Rp 165,000
  6. Pengeluaran untuk konsumsi & lainnya Rp 598,500
  7. Pengeluaran untuk Souvenir & oleh-oleh Rp 763,000
  8. Konsumsi bahan bakar rata-rata = 38.5 Km/liter
  9. Kecepatan Minimum perjalanan = 50 Km/jam
  10. Kecepatan Rata-rata perjalanan = 80 Km/jam
  11. Kecepatan Maximum perjalanan = 120 Km/jam
    Foto Perjalanan:

    1 komentar:

    1. mas, nanyaa... pemeriksaan mobil di feri meliputi apa ajaa?
      aku harus ngeng ke bali esok 23 oct'11 siang, tp STNK baru ngeh kali jatuh tempo tgl 25 oct. artinya saat tiba di bali itulah hr jatuh temponya.. mo ngurus tanggung hrs hr senin.. gmn yaa.. nanti dipersulit ga'yaa.. maap melenceng, syapa tau mas ngerti. jawab ya mas.. makasih :)

      BalasHapus