Cari Artikel

Google
Google Page googlemelulu

Monday, April 20, 2009

Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)



Habis dapat liburan panjang yang terpaksa (alias berhenti kerja) bingung juga mau ngapain, iseng-iseng surfing di internet ternyata ada tempat buat backpacking yang bagus tapi ga terlalu jauh, yup..! ya Dataran Tinggi Dieng ini ternyata, kebetulan ada temen yang senasib juga (kena PHK) sekalian aja ajak "liburan" bareng biar gak sepi, kita cari-cari info gimana buat kesana dan mau nginep dimana, berhubung duit cekak jadi harus di rencanakan dengan matang hehehe...

Akhirnya kita berangkat juga Backpacking ke Dieng Plateau (jangan lupa bawa jaket atau sweater), start awal kita dari Yogyakarta menuju Wonosobo (kalau dari Jakarta bisa naik bus langsung ke Wonosobo dari terminal Lebak Bulus, Pulo Gadung atau Kampung Rambutan ongkosnya sekitar Rp.65.000,- s/d Rp.100.000,-/orang), sebenarnya kalau naik kendaraan pribadi ada beberapa jalur alternative menuju Dieng tapi berhubung kita ga punya maka kita lewat jalan ini aja yang lebih
mudah.

Kalau ada yang berminat lewat jalur alternative bisa dicoba lewat:

  1. Via Pekalongan - Kajen. Kondisi jalan mulus, ditambah panorama yang cukup indah sepanjang jalan. Dari pekalongan ke selatan melewati Kedung Wuni-Wonopringgo-Kajen -Paninggaran-Kalibening-Wanayasa-Batur-Dieng.
  2. Via Banjarnegara - Karangkobar. Kondisi jalanan juga lumayan mulus Banjar negara - Karang kobar - wanayasa- Batur - Dieng. Sebenarnya dari karang kobar bisa langsung belok kanan akan sampai ke dekat Sumur Jalatunda. Cuma kondisi jalan kurang bersahabat. Kacuali bagi yangmau ngetest mobil . banyak tanjakan yang cukup terjal dan jalan yanng berupa batu yang ditumpuk. Jadi sebaiknya terus aja sampai ke Kota Wanayasa, baru belok kanan ke batur.
  3. Via Sukorejo - Jumprit - Dieng, dari Sukorejo Melewati Jumprit, satu Tempat yang dijadikan area wisata dan sepertinya dikeramatkan juga oleh penduduk Sekitar. Kondisi jalan cukup mulus, tapi sempit dengan kelokan dan tanjakan yg cukup menantang, meliuk liuk dipinggang Gunung sundoro di samping kiri. Sementara di arah kanan Gnung Perahu nampak jelas dibalik lembah dan jurang.
  4. Dari pekalongan - Bandar Sedayu (25 Km) jalanan sangat mulus, karena merupakan jalan utama yang mengubungkan Bandar sedayu ke Pekalongan. Setelah Bandar Sedayu jalanan sedikit bergerotakan, karna aspalnya yg kurang banyak. Bahkan ada satu kawasan yang kondisinya sedikit lebih bagus dari kubangan kerbau sepanjang 3 KM. sayang Hutan perawan yang dulu cukup lebat buat menutupin langit dari penglihatan, sekarang sudah menipis, nyaris gak beda dengan perkebunan.
Ok kita sambung lagi, dari Yogyakarta - Wonosobo kita naik Travel (ongkosnya sekitar Rp.40.000,-/orang) ada banyak travel menuju Wonosobo tapi waktu itu kita naik Rahayu Travel (gak ada alasan khusus sih), perjalanan ± 3,5 jam sampai di Wonosobo, jangan lupa minta ke supirnya untuk nurunin kita di tempat mangkal nya Bus menuju Dieng (bisa juga turun di alun-alun dari situ tinggal nanya dan jalan dikit), terus kita naik bus Wonosobo - Batur (lewat Dieng kok tenang aja) bilang aja turun di pertigaan Dieng, perjalanannya sekitar 2,5 jam dengan pemandangan yang indah, ongkosnya sekitar Rp.8.000,-/orang (turis mancanegara bisa sampai Rp.20.000,-/orang), kalau kamu maniak teh hitam bisa mampir di perkebunan teh Tambi katanya teh yang ditanam disini kualitasnya no.1 (kalau mau turun di perkebunan teh Tambi bilang aja turun di Rejosari paling cuma bayar Rp.4.000,-/orang dari situ tinggal naik ojek ongkosnya sekitar Rp.3.000,-/ojek).

Sesampainya di pertigaan Dieng udah sore langsung pakai jaketnya karena dingin bener broo... terus kita lanjut nyari penginapan (kalau gak kuat dingin mending nginep di Wonosobo aja), di sekitar situ banyak penginapan sih dan berhubung kita perginya hari minggu jadi gampang dapetnya, kita nginep di penginapan Bu Jono (Hp.085227389949 cp. Didik) karena ngeliat ada Tourist Information & ada restorannya, tarifnya sekitar Rp.40.000,-/kamar untuk kamar biasa & Rp.100.000,- untuk yang ada TV dan kamar mandi di dalam dengan air panas dapat welcome drink juga, tarif diatas untuk hari biasa alias weekday sedangkan untuk tarif kamar pada waktu weekend Rp.70.000,-/kamar untuk yang biasa & Rp150.000,-/kamar untuk yang ada TV dan kamar mandinya di dalam, kita ambil yang Rp.100.000,- berhubung ada TV-nya tapi yang apes ternyata air panasnya lagi rusak (waaakh gak mandi dah, udara & airnya dingin beneeerr).

Kalau perginya weekend ada baiknya booking tempat dulu, buat alternative bisa coba Homestay Pancawarna, cp: Daryanto/Hotimah 085878581677 atau Pondok Wisata Lestari, cp: Pak Syukur 085228272404 atau 0281- 3342026 Ratenya mulai dari 60 ribu hingga 350 ribu, letaknya masuk ke dalam gang sedikit dari jalan raya & tempatnya cukup bersih. FYI jangan mengharapkan ada penginapan atau hotel mewah disini, kalau memang gak ada yang cocok mungkin bisa coba menginap di Wonosobo saja dengan resiko tidak bisa melihat sunrise di Gunung Cikunir.

Karena sudah sore kita jalan-jalan & sholat didekat penginapan aja (banyak masjid & Mushola), di Dieng mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani kentang jadi sepanjang mata memandang banyak sekali perkebunan kentang & bau khas pupuk & biomass (kalo gak tahan baunya jangan lupa bawa masker
hahaha...), biaya hidup disini lumayan agak mahal untuk turis karena gak banyak yang buka rumah makan di sini apalagi kalau pas hari biasa yang notabene gak banyak turisnya (for your information sepiring nasi goreng disini harganya sekitar Rp.11.000,- s/d Rp.15.000,-).



Sehabis sholat & makan malem kita tanya-tanya tentang tempat wisata disini dan gimana caranya kita bisa kesana, berikut adalah list tempat yang bisa di kunjungi di Dieng Plateau :
  1. Sunrise di Gunung Cikunir
  2. Komplek Candi Arjuna, Candi Gatot kaca, Candi Bima & Kawah Sikidang
  3. Telaga Warna, Telaga Pengilon, Dieng Plateau Theatre & Komplek Goa
  4. PLTP Dieng (PT. Geo Dipa Energi)
  5. Telaga Mardada, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka
  6. Telaga Cebong & Air terjun Sikarim
  7. Ada beberapa tempat lagi seperti Menara Pandang & Kebun Teh Tambi (mungkin bisa dikunjungi sebelum atau sehabis dari Dieng Plateau).
Kesemua tempat tersebut bisa dikunjungi dengan jalan kaki di dampingi Guide ± Rp.50.000,- s/d Rp.60.000,-/orang atau dengan motor ± Rp.70.000,- s/d 80.000,-/orang, berhubung terbatasnya waktu & duit yang ada di dompet maka kita ambil opsi yang kedua agar semua tempat terbaik bisa kami kunjungi dalam sehari.


5 comments:

  1. Hi..
    mau tanya penginapan lestari dan bu jono mana ya yg lebih recomended??

    ReplyDelete
  2. Hi juga... Kebetulan waktu itu saya nginepnya di Bu Jono, lumayan nyaman & aman kok (kamarnya ada TV & Air panas), yang ngelola juga ramah + kalo mau makan tinggal pesen aja karena dah ada restorannya (rate kamar-nya 60rb s/d 150rb). Saya belum coba yang Pondok Lestari tapi sekilas gak beda jauh kok, memang ada kamar yang lebih bagus dari Bu Jono (tapi juga lebih mahal)... Ya di Dieng emang gak ada hotel yang bagus, tapi cukup bersih kok, lagi pula kan cuman semalem aja nginepnya & keinginan untuk mandi itu kecil sekali saking dinginnya hehehe...

    Selamat berlibur & salam kenal

    ReplyDelete
  3. Waaah... kayaknya seru tuh buat di coba (emang lagi buat rencana ke dieng liburan natal ini)
    Thank buat info nya ya, tapi kira2 masih up to date gak yaa, berhubung udah satu tahun lewat. khususnya untuk tarif penginapannya. (karena nekat tetep mau backpaker-an kesana dg duit yg cekak. heheheh)
    Dan kira2 penginapannya bisa untuk dua orang cewek n cowok gak yaa (sayang kan kalo harus double buka kamarnya, yg ada budget membengkak)

    Thanks before, share nya.

    ReplyDelete
  4. Wah sori baru baca, kemungkinan sih udah lebih mahal, + 20% aja buat jaga-jaga...

    ReplyDelete