Cari Artikel

Google
Google Page googlemelulu

Friday, September 18, 2009

Bekerja Sekaligus Liburan di Banda Aceh (NAD)


Pada awal tahun 2006 atau sekitar setahun setelah peristiwa Tsunami Aceh 26 Desember 2004 saya bersama 2 teman saya mendapat kesempatan untuk bekerja di kota Banda Aceh (NAD) selama setahun. Saya besar & tinggal di Depok, Jawa Barat dan ini adalah pertama kalinya saya pergi keluar pulau Jawa (pertama kalinya juga naik pesawat hehehe...). Untuk mencari sesuap nasi, sedikit rupiah, sebongkah berlian & beberapa lembar pengalaman ^-^!. Kalau kata orang "Sambil menyelam masak air" jadi sambil kerja ya sekalian travelling & wisata kuliner juga.

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota sekaligus ibukota Aceh, Indonesia. Dahulu kota ini bernama Kutaraja, kemudian sejak 28 Desember 1962 namanya diganti menjadi Banda Aceh. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini.



Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menjalankan syari’at Islam, Polisi Syari'at (Wilayatul Hisbah) selalu memasang mata dimana-mana tanpa kita ketahui, dan mereka akan langsung menangkap kita yang sedang melakukan pelanggaran syari’at islam tanpa kita sadari, banyak peraturan islam yang berlaku disini di antaranya wanita muslim wajib mengenakan jilbab & hukuman cambuk untuk pelanggaran tertentu. Tidak seperti di daerah lain, jarang kita temui copet atau maling di Aceh, saya pernah beberapa kali ketinggalan barang seperti HP & dompet di tempat yang cukup ramai, selang beberapa menit (pernah hampir 20 menitan) saya kembali barang tersebut masih tergeletak di tempatnya.

Transportasi pusing-pusing di Banda Aceh:

  • Kereta, motor batangan atau motor laki disini biasa di sebut kereta, bingung juga ya kalau orang Aceh mau beli motor laki di Jakarta, bisa dikira becanda atau orang kaya banget (mau beli kereta) ^.^
  • Honda, bukannya mau promosi merk motor tertentu, tapi ini memang sebutan untuk motor bebek disana, apapun merk motornya
  • Mobil, ya kalau ini sih sama aja alias gak beda
  • Labi-labi, kalau di Jakarta & sekitarnya biasa disebut Angkot atau sejenisnya.
  • Becak Motor, sepert becak tapi gak perlu di kayuh alias dengan tenaga motor.
  • Mungkin ada yang lain lagi tapi belum kepikiran sama saya hehehe...

Beberapa Kuliner di Banda Aceh, untuk makanan kebanyakan bersantan seperti umumnya masakan Sumatra & menggunakan banyak rempah, banyak di jumpai rumah makan Padang disini. Sangat susah pada waktu itu untuk mencari sayur bening semacam sayur bayam, sayur asem atau sayur sop, kalau pun ada harganya pun lumayan mahal (mungkin sekarang sudah banyak). Berikut beberapa makanan & minuman yang sering saya jumpai di Banda Aceh:

  • Teh Dingin, sebutan untuk es teh manis disana
  • Teh Tarik, ya kalo ini udah ada di mana-mana kali ya
  • Kopi, yang terkenal adalah kopi Ulee Kareng & kopi Gayo
  • Mie Aceh, walaupun sudah banyak yang jual di Jakarta tetapi bumbu rempahnya kurang terasa
  • Martabak "Telur" Aceh, walaupun namanya familiar tapi cara buatnya berbeda (terbalik), kalau di daerah lain kulitnya di luar sedangkan disini bagian yang biasa untuk kulit martabaknya berada di dalam (apa waktu itu salah bikin ya? tapi kok sering...)
  • Sate Matang, bukan berarti namanya di ambil karena mateng satenya, tetapi asalnya dari daerah Matang di Bireun, sate daging seperti biasa namun bumbunya lebih kental dan potongan dagingnya lebih besar
  • Nasi Goreng Aceh, kalau kita biasa beli nasi goreng setelah kita pesan baru di masak, yang ini nasi gorengnya udah jadi duluan (tinggal tambahin lauknya sendiri mau pake apaan), untuk yang satu ini saya agak kurang cocok (apalagi kalo rasanya anyep)
  • Ayam Tangkap, merupakan menu ayam goreng biasa yang dipotong kecil-kecil (1 potong ayam). Hanya yang membuat berbeda adalah terletak pada bumbu- bumbu serta sambal pendampingnya yang kesemuanya serba digoreng. Belum lagi tambahan daun rempah- rempah seperti daun kari, daun salam dan daun pandan yang di goreng garing menutupi potongan-potongan ayam goreng tersebut. Mungkin karena makannya kudu usaha nyari dulu di tumpukan daun goreng kering jadi di namain ayam Tangkep (hehehe asal aja...).
Sebenarnya ada banyak lagi kuliner asli Aceh yang menggugah selera & bikin ngiler, cuma berhubung bakal kepanjangan (mungkin juga gak cukup), jadi segitu aja kali ya, yang lain bisa di cari sendiri dah.
Tempat Wisata di Banda Aceh
, ada banyak tempat menarik yang biasa dikunjungi wisatawan lokal atau pun mancanegara, beberapa diantaranya:

  • Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.
  • Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu, Masjid Baiturrahim ini merupakan satu-satunya bangunan dipinggir Pantai Ulee Lheue yang berdiri kokoh pada saat Tsunami menerjang Kota Banda Aceh, sementara bangunan lain yang berada di sekitarnya luluh lantak di hantam Gelombang Tsunami pada hari minggu tanggal 24 Desember 2004.
  • Kuburan Massal Ulee Lheu, terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dan sebelum Tsunami merupakan Rumah Sakit Umum Meuraxa, namun ketika Tsunami melanda Kota Banda Aceh Rumah Sakit tersebut rusak parah dan halamannya dijadikan pemakaman massal bagi korban Tsunami sedangkan untuk Rumah Sakit Meuraxa sendiri direlokasi ke Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
  • Replika Pesawat Seulawah RI 1 di Blang Padang, Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh. Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.
  • Taman Sari, taman ini baru dibuat sekitar 2 tahun lalu dan merupakan salah satu tempat favorit di Kota Banda Aceh dengan fasilitas yang tersedia antara lain: mempunyai taman yang luas dan tertata rapi dengan aneka permainan gratis bagi anak-anak dan juga tersedia hot spot gratis sehingga setiap orang dapat mengakses internet serta di dukung oleh bangunan gedung untuk menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.
  • Pantai Lhok Ngah, Pantai yang cukup ramai di datangi muda-mudi sekitar & dari Banda Aceh, bisa dicapai sekitar setengah jam perjalanan dari Banda Aceh, salah satu daerah Pantai terkena tsunami yang paling parah di Aceh, di pantai ini terdapat Pabrik semen Andalas yang ikut terkena ganasnya gelombang tsunami waktu itu.
  • Kapal PLTD Apung, terletak di daerah Phunge, Kapal Generator Listrik PLN yang masa konflik di gunakan untuk mengurangi masalah suplai kekurangan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. Pada tanggal 26 Desember 2004 gelombang Tsunami menghempas Kapal tersebut sejauh lebih kurang 3KM dari pesisir pantai. Kapal besar di tengah kampung ini di jadikan monumen untuk mendapatkan gambaran betapa dahsyatnya Tsunami tersebut.
Ada banyak lagi tempat menarik yang lainnya, dari Banda Aceh kita bisa nyebrang ke Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue, untuk ke Pelabuhan Ulee Lheue bisa naik Labi-labi atau Becak Motor, kita bisa naik Kapal Cepat atau Ferry bila ingin bawa kendaraan sendiri.

Kangen juga suasana Ramadhan disana, di jamin godaan akan makanan & minuman berkurang drastis, karena gak ada satu pun tempat makan yang buka pada waktu puasa (setelah subuh & menjelang berbuka puasa), total semua tanpa syarat, tempat makan baru boleh buka menjelang buka puasa sampai waktu imsyak (ada beberapa tempat malah habis tarawih baru buka tokonya). Jadi pengin Travelling lagi, next destination... Kemana lagi ya?
hehehe...

Referensi dari berbagai sumber


No comments:

Post a Comment